Kamis, 28 Mei 2009

KEGIATAN-KEGIATAN PERUSAHAAN MINYAK DAN GAS2

Menurut PSAK No. 29 Tahun 2007:


1. Kegiatan Eksplorasi

Kegiatan eksplorasi atau pencarian adalah setiap usaha dalam rangka mencari dan menemukan cadangan minyak dan gas bumi di daerah-daerah yang belum terbukti mengandung minyak dan gas bumi yang antara lain meliputi kegiatan-kegiatan topografi, geologi, geofisika, pemboran sumur eksplorasi dan pemboran sumur uji stratigrafi. Penyelidikan topografi adalah kegiatan pengukuran permukaan tanah yang bertujuan untuk membuat peta suatu daerah tertentu dan mengetahui sifat-sifat tanahnya. Penyelidikan geologi diantaranya terdiri dari penginderaan jauh foto udara (side looking air radar = SLAR) geologi lapangan dan geokimia yang bertujuan untuk menentukan ada tidaknya cekungan sedimen, menentukan jenis lapisan, ketebalan dan umur batuan, menentukan potensi kematangan batuan induk hidrokarbon, menentukan jebakan minyak dan gas bumi, dan mengkaji kemungkinan adanya batuan cadangan serta jenis minyak dan gas bumi yang terkandung di dalamnya. Penyelidikan geofisika merupakan kegiatan penyelidikan gravitasi, penyelidikan magnetic dan penyelidikan seismic.


2. Kegiatan pengembangan

Kegiatan pengembangan merupakan setiap kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengembangkan cadangan terbukti minyak dan gas bumi sampai siap berproduksi. Kegiatan pengembangan cadangan meliputi kegiatan penyediaan peralatan dan persediaan, penambangan, pengairan, pengumpulan dan penyimpanan minyak dan gas bumi, penyediaan sistem pengurasan yang telah diperbaiki.


3. kegiatan produksi

Produksi adalah semua kegiatan dalam rangka pengangkatan minyak dan gas bumi ke permukaan bumi dari cadangan terbukti serta pengangkutannya ke stasiun pengumpul yang antara lain meliputi kegiatan pengangkatan minyak dan gas bumi ke permukaan bumi, proses pemisahan antara minyak, gas bumi dan endapan dasar dan air, pengangkutan minyak dan gas dari permukaan bumi ke stasiun pengumpul dan pengumpulan minyak mentah di tangki penimbun. Biaya-biaya yang dikeluarkan adalah biaya-biaya pengurasan tahap pertama, tahap kedua dan tahap ketiga, pengumpulan dalam tangki penimbunan, pemisahan antara minyak, gas bumi dan endapan dasar air (basic sedimen & water = BS&W).


4. Kegiatan pengolahan

Yang dimaksud dengan pengolahan minyak dan gas bumi adalah proses pengolahan minyak mentah dan gas bumi menjadi produk yang terdiri dari BBM dan Non BBM serta pengolahan dari gas dan non BBM menjadi produk petrokimia

Yang dimaksud dengan produk BBM adalah avigas, avtur, super, premium, kerosene, solar, minyak diesel ( industrial Diesel oil), minyak bakar. Yang dimaksud dengan produk non BBM adalah hasil kilang di luar BBM, yaitu low sulphur waxy residu, naptha, bahan pelumas, asphalt dan sebagainya. Yang dimaksud dengan produk petrokimia adalah hasil pengolahan dari gas dan produk non BBM yaitu purified terephtalic acid, methanol, polypropylene, olefin dan lain-lain.


5. Kegiatan Transportasi

Kegiatan transportasi merupakan kegiatan pengangkutan minyak mentah daan produk LPG dengan kapal atau alat apung lain melalui laut dan atau sungai dari pelabuhan muat ke lokasi pelabuhan bongkar secara langsung maupun melalui sarana timbun apung.


6. Kegiatan Pemasaran

Pemasaran merupakan semua kegiatan yang berkaitan dengan penjualan minyak mentah dan gas bumi kepada pemakai atau penyalur di dalam dan di luar negeri.


7. Kegiatan lain-lain

Akuntansi lain-lainnya terdiri dari akuntansi pelabuhan khusus , akuntansi telekomunikasi, akuntansi kontrak bantuan teknis, akuntansi unitisasi, akuntansi pengurasan tahap kedua dan akuntansi joint operation

Senin, 25 Mei 2009

Kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan minyak dan gas

KEGIATAN-KEGIATAN PERUSAHAAN MINYAK DAN GAS

Kegiatan sektor minyak dan gas dapat dibagi menjadi kegiatan hulu (upstream) yang meliputi eksplorasi dan eksploitasi serta kegiatan hilir (downstream) yang meliputi pengolahan, penyulingan, pemasaran, dan distrubusi. Proses eksplorasi dimulai dengan pencarian wilayah yang mengandung cadangan minyak dan gas. Pemetaan geologi dan survey geofisika dan seismik dilakukan untuk mengetahui daerah-daerah mana saja yang mempunyai kandungan minyak dan gas. Berdasarkan letak sumber minyak dan gas bumi tersebut, kita mengenal 2 jenis pertambangan minyak dan gas bumi yaitu di darat (on shore) dan di lepas pantai (off shore). Setelah ditemukan daerah yang mempunyai cadangan minyak maka dimulailah pemasangan fasilitas produksi dan pengeboran/drilling, kemudian pengangkatan minyak, penyulingan, proses produksi dan distribusi.

Minggu, 24 Mei 2009

Sejarah minyak bumi

Minyak (petroleoum: petro=batu, leoum=minyak), merupakan campuran molekul karbon dan hidrogen yang terbentuk dari sedimen sisa-sisa hewan dan tumbuh-tumbuhan yang terperangkap selama jutaan tahun. Akibat kombinasi efek temperatur dan tekanan di dalam kerak bumi maka terbentuklah reservoir-reservoir minyak dan gas yang berada jauh di bawah permukaan tanah. Minyak bumi sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, masyarakat Yunani kuno dan Indian Amerika menggunakan minyak bumi untuk membakar kapal-kapal musuh dengan menumpahkan minyak ke lautan dan menggunakan minyak mentah untuk mencegah air merembes ke dalam perahu, dan juga sebagai campuran cat dan obat-obatan.

Jika semula minyak hanya digunakan untuk penerangan, pupuk, dan pelumas, sekarang sudah tidak terhitung banyaknya kegunaan yang dapat diberikan oleh minyak. Meningkatnya kebutuhan akan produk-produk minyak ini memacu metoda-metoda baru dalam proses penyulingannya untuk meningkatkan jumlah bahan bakar minyak dan produk lainnya dalam satu barel minyak.

Berjuta-juta tahun yang lalu, pada cekungan atau basin yang berupa laut yang diisi oleh kehidupan organisme laut baik hewan maupun tumbuhan mikro, seperti plankton. Plankton-plakton yang mati akan tenggelam dan terakumulasi di dasar basin. Seiring berjalanya waktu maka organisme yang telah mati dan tenggelam di dasar basin akan terkubur oleh pengendapan lapisan pasir dan shale. Selama jutaan tahun organisme mati tersebut akan terkubur semakin dalam. Karena pengaruh suhu dan tekanan maka organisme mati tersebut akan terurai membentuk senyawa kimia yang disebut kerogen. Proses pematangan ini terus berlanjut dan kerogen tersebut akan termaturasi membentuk hidrokarbon. Proses pematangan yang sempurna akan membentuk kerogen menjadi minyak sedangkan jika proses pematangan ini terlalu lama maka yang terbentuk adalah gas.

Dari proses pematangan minyak bumi didalam batuan sumber (source rock) minyak akan bermigrasi naik ke atas karena adanya tekanan bouyancy, Proses migrasi ini akan mengisi batuan reservoar yaitu batuan yang porus, Kemudian akan terjebak dan terakumulasi karena diatas batuan resevoar tersebut redapat batuan penyekat atau sealing. Ada beberapa tipe perangkap atau jebakan minyak bumi, antara lain jebakan struktur (anticline) dan jebakan stratigrafi.

Dari minyak dan gas yang terjebak pada reservoar, kita dapat mengambil dengan cara mengebor tepat pada posisi jebakan terebut. Karena pengaruh tekanan dari dalam bumi yang besar maka minyak dan gas yang berbentuk liquit akan mengalir keluar melewati lubang bor tersebut. Minyak bumi yang keluar tersebut masih mengandung bermacam-material seperti air dan lempung, maka harus dipisahkan dahulu sebelum dikirim ke kilang-kilang minyak. Proses pemindahan minyak dan gas dari daerah ditemukan sampai ke kilang-minyak dapat dilakukan dengan cara mengalirkan lewat pipa-pipa, selain itu dapat pula dipindahkan dengan cara diangkut menggunakan kapal, truck, kereta api dan kendaraaan lainnya.

Minyak bumi merupakan campuran rumit dari ratusan rantai hidrokarbon, yang umumnya tersusun atas 85% karbon (C) dan 15% hidrogen (H). Selain itu, juga terdapat bahan organik dalam jumlah kecil dan mengandung oksigen (O), sulfur (S) atau nitrogen (N).

Ya, ada 4 macam yang digolongkan menurut umur dan letak kedalamannya, yaitu: young-shallow, old-shallow, young-deep dan old-deep. Minyak bumi young-shallow biasanya bersifat masam (sour), mengandung banyak bahan aromatik, sangat kental dan kandungan sulfurnya tinggi. Minyak old-shallow biasanya kurang kental, titik didih yang lebih rendah, dan rantai paraffin yang lebih pendek. Old-deep membutuhkan waktu yang paling lama untuk pemrosesan, titik didihnya paling rendah dan juga viskositasnya paling encer. Sulfur yang terkandung dapat teruraikan menjadi H2S yang dapat lepas, sehingga old-deep adalah minyak mentah yang dikatakan paling “sweet”. Minyak semacam inilah yang paling diinginkan karena dapat menghasilkan bensin (gasoline) yang paling banyak.

Rabu, 20 Mei 2009

Pengantar akuntansi minyak dan gas

Akuntansi minyak dan gas (oil and gas accounting) merupakan bagian dari akuntansi yang mempunyai perbedaan dengan akuntansi untuk perusahaan manufaktur. Meskipun perusahaan minyak dan gas merupakan bagian dari perusahaan manufaktur juga, namun dikarenakan sulitnya memperoleh tambang minyak, maka akuntansinya menjadi berbeda. Eksplorasi yang dilakukan oleh perusahaan dapat berhasil dan dapat gagal. Sifat inilah yang menyebabkan Akuntansi minyak dan gas dibagi dalam dua metode , yaitu Full Cost method dan Successfull effort.

Penjelasan singkat Metode akuntansi dalam Akuntansi Minyak dan gas:

1. Metode Full Cost, merupakan metode dimana semua biaya eksplorasi baik eksplorasi berhasil maupun eksplorasi yang gagal menghasilkan cadangan minyak akan diakumulasi sebagai kekayaan minyak dan akan dideplesi sesuai dengan jumlah yang diproduksi

2. Metode Successfull effort, merupakan metode dimana biaya eksplorasi yang berhasil memperoleh cadangan minyak saja yang akan dikelompokkan dalam kekayaan minyak, sedangkan biaya ekplorasi yang tidak menghasilkan cadangan minyak atau gagal tidak akan dimasukkan dalam kekayaan minyak. Biaya eksplorasi yang gagal menghasilkan cadangan minyak ini akan diakumulasi sebagai biaya periode.